maricaridisini photo maricaridisini.png

Sabtu, 05 April 2014

Pelanggaran Privasi


Privasi
Privasi ialah kemampuan satu atau sekelompok individu untuk mempertahankan kehidupan dan urusan personalnya dari publik, atau untuk mengontrol arus informasi mengenai diri mereka. Privasi dapat dianggap sebagai suatu aspek dari keamanan. Mengapa nilai-nilai privasi ini penting? Alasannya adalah: pertama, kemampuan untuk menjaga kerahasiaan dari informasi personal yang merupakan karakteristik otonomi individual. Kedua, privasi dapat melindungi kita dari cacian dan hinaan oleh orang lain. Ketiga, privasi menghasilkan mekanisme dimana kita bisa mengendalikan reputasi kita. Ke empat, privasi bertindak sebagai pelindung melawan kekuatan pemerintah.
Anggota Dewan Pers, Uni Lubis, menilai masalah privasi termasuk paling sering dilanggar oleh media massa, Penggusuran nilai privasi yang dilakukan oleh media massa bukan fenomena yang satu atau dua kali terjadi. Kasus semacam ini bukan hanya terjadi di dalam negeri. Menurut Louis Alvin Day dalam bukunya yang berjudul "Ethics in Media Communication (2006: 132), mengatakan bahwa invasi privasi oleh media meliputi spektrum yang luas, mulai dari reporter, hingga pengiklan. Pengiklan mengubah persoalan etik menjadi persoalan ekonomi. Dalam kondisi persaingan media yang semakin ketat, proses invasi tersebut merupakan hal yang tidak dapat dihindari. Namuun demikian, tetap saja hal tersebut menimbulkan dilema antara media dan audiens.
Menyangkut tentang tata cara pemberitaan cukup banyak, yaitu dalam pasal 5, 6, 7, 8, dan 9, yang

Jumat, 04 April 2014

Apa itu "Selfie"?


SELFIE
“Zaman Sekarang orang-orang sukanya Selfie”, “Anak remaja sekarang sukanya Selfie”, “Mentang-mentang kamera bagus, jadi Selfie terus”.
Pernahkah dengar kata-kata “Selfie”? sering gunakan kata “Selfie?” Tau apa itu Selfie?
Langsung saja pada pembahasan, mungkin sodara-sodari, paman-bibi para pembaca artikel di MariCariDisini pernah dengar kata Selfie, sudah tau atau baru tau apa itu “Selfie”. Kali ini saya akan merangkum mengenai Selfie tersebut, dari beberapa sumber terpercaya.


dilansir BBC, Selasa (19/11/2013),  "Selfie" berasal dari awal abad ke-20, ketika pertama kali kamera portabel diciptakan dan dirilis. Salah satu foto selfie yang paling penting pernah dibuat sekitar abad lalu, ketika di tahun 1914, bangsawan Rusia bernama Duchess Anastasia Nikolaevna mengirimkan foto selfie-nya kepada temannya melalui surat. Penjelasan ini lebih mengarah pada awal adanya konsep "Selfie", namun dari segi kata hal itu masih belum menjelaskan kegiatan atau konsep foto itu dinamakan "Selfi".
Menurut sejarah, mengabadikan diri sendiri dengan perangkat elektronik atau dalam bahasa Inggris dinamakan self-portrait atau disingkat selfie dilakukan pertama kali oleh seseorang bernama Robert Cornelius pada tahun 1839. Ketika era kamera polaroid sedang menjadi salah satu tren di tahun 70an, seorang bernama Andy Warhol juga pernah melakukan selfie dan hal tersebut tercatat sebagai selfie kedua dalam sejarah. Kini, di era teknologi serba maju, perangkat hi-tech beredar di mana-mana sekaligus portable device dengan fitur kamera seperti smartphone, phablet dan tablet menjadi satu hal yang umum, aksi selfie ini amat sering dijumpai.

Bahkan ketika internet dan jejaring sosial meraih popularitasnya dalam beberapa tahun terakhir ini, foto-foto selfie juga sering beredar luas serta dijadikan cover atau profile picture seseorang dalam account jejaring sosial mereka. Dengan mengambil angle agak tinggi sekitar 45 derajat, mata sedikit dibuat sayu, (terkadang) mengambil pose duck face, mengambil fotonya dengan menggunakan aplikasi seperti Instagram untuk menambah kesan dramatis dan lainnya, membuat aksi selfie menjadi sangat mudah dilakukan, kapan dan di manapun juga.

Selfie adalah salah satu revolusi bagaimana seorang manusia ingin diakui oleh orang lain dengan memajang atau sengaja memamerkan foto tersebut ke jejaring sosial atau media lainnya

Sejarah Pers Indonesia dari masa ke masa


Seiring dengan berjalannya waktu, dari masa ke masa telah terjadi perubahan yang begitu nyata, dengan segala informasi yang kita dapatkan, berita yang kita ketahui Pers berperan dalam perubahan. Seperti halnya perubahan Pers dari masa ke masa dari posisi yang tercekang hingga di hargai keberadaannya.
a.      Pers Indonesia pada masa Penjajahan
1.      Masa penjajahan Hindia Belanda
Di Indonesia, perkembangan kegiatan jurnalistik diawali oleh Belanda. Beberapa pejuang kemerdekaan Indonesia pun menggunakan jurnalisme sebagai alat perjuangan. Namun Penjajah Belanda, yang sangat mengetahui pengaruh surat kabar terhadap masyarakat indonesia, maka mereka memandang perlu membuat UU untuk membendung pengaruh pers Indonesia karena merupakan momok yang harus diperangi. Selain mengeluarkan KUHP Belanda juga mengeluarkan mengeluarkan aturan yang bernama Persbreidel Ordonantie, yang memberikan hak kepada pemerintah Hindia Belanda untuk menghentikan penerbitan surat kabar atau majalah Indonesia yang dianggap berbahaya. Kemudian Belanda juga mengeluarkan Peraturan yang bernama Haatzai Artekelen, yautu berisi pasal-pasal yang mengancam hukuman terhadap siapapun yang menyebarkan perasaan permusuhan, kebencian, serta penghinaan terhadap pemerintah Nederland dan Hindia Belanda, serta terhadap sesutu

Surat Kabar sebagai Kontrol Sosial


Media Massa adalah sebuah sarana/alat penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan, dimana komunikan tersebut yaitu publik/khalayak banyak yang mempunyai karakteristik yang berbeda, baik kultural, religi, strata sosial dan banyak karakteristik lainnya. Dalam segala bentuk penyampaiannya yang tertuju pada semua khalayak, memaksa segala isi pesan bersifat umum dan mencakup segala aspek kehidupan masyarakat.
Perkembangan media massa bagi manusia sempat menumbuhkan perdebatan panjang tentang makna dan dampak media massa pada perkembangan masyarakat.  Dalam perkembangan teori komunikasi massa, konsep masyarakat massa mendapat relasi kuat dengan produk budaya massa yang pada akhirnya akan mempengaruhi bagaimana proses komunikasi dalam konteks masyarakat massa membentuk dan dibentuk oleh budaya massa yang ada.  Media massa berperan untuk membentuk keragaman budaya yang dihasilkan sebagai salah satu akibat pengaruh media terhadap sistem nilai, pikir dan tindakan manusia.
media massa sangat berperan penting dalam perubahan sosial. Kita tidak bisa meremehkan peran media massa terhadap perubahan sosial. Media massa saat ini memang cenderung mengarah pada misi influence (mempengaruhi) khalayak. Bahkan tanpa adanya misi tersebut, media massa secara otomatis akan mempengaruhi masyarakat. Mulai dari media massa yang berbentuk organisasi di sebuah institusi atau asosiasi. Sampai media massa yang berbentuk perusahaan besar atau industri. Semuanya mempengaruhi khalayak. Tidak bisa dipungkiri bahwa peran media massa dalam perubahan stuktur masyarakat sangatlah besar. Media massa adalah tempat yang tepat dan strategis untuk dapat melakukan perubahan dalam masyarakat.
Perubahan itu sendiri memiliki dua sisi, positif dan negatif. Kita bisa mengambil contoh sisi positifnya, sesuai dengan salah satu karakteristik komunikasi massa dan fungsi media massa, yaitu memberikan isi pesan atau informasi yang menyangkut kepentingan khalayak luas. Namun disini,